Kesehatan Mental dalam Perspektif Budaya Lokal di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur

Authors

  • Geovanny Serviam Permana Putri Rahamitu Independent Researcher Author
  • Geovandro Caesar Dimawan Putra Rahamitu Soegijapranata Catholic University Author
  • Dione Ivana Marisca Rahamitu Soegijapranata Catholic University Author

Keywords:

Budaya lokal, kesehatan mental, Indonesia, keperawatan jiwa transkultural, stigma

Abstract

Indonesia memiliki ratusan kelompok etnis dengan sistem kepercayaan dan nilai adat berbeda-beda dalam memaknai gangguan jiwa. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya lokal terhadap persepsi kesehatan mental, stigma, dan perilaku pencarian pertolongan di berbagai wilayah Indonesia, serta merumuskan implikasinya bagi keperawatan jiwa yang sensitif budaya. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif terhadap 26 artikel dari basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, Garuda, dan Portal Garuda (2016–2026), mencakup konteks Jawa, Bali, Melayu, Minangkabau, Manggarai, Banggai, dan Papua. Hasil sintesis menunjukkan bahwa gangguan jiwa umumnya dimaknai melalui kerangka spiritual-religius yang berbeda antarsuku, namun secara konsisten menempatkan tokoh adat, dukun, atau pemuka agama sebagai rujukan pertolongan pertama. Stigma bersifat meluas, menyasar pasien, keluarga, bahkan tenaga kesehatan, dan berimplikasi pada praktik pengekangan fisik yang masih ditemukan lintas wilayah. Novelty kajian ini terletak pada penyusunan peta perbandingan lintas budaya yang menghubungkan model penjelasan sakit spesifik-suku dengan prinsip culture care, menegaskan bahwa keperawatan jiwa transkultural di Indonesia memerlukan pendekatan adaptif lokal, bukan modul nasional yang seragam.

References

[1] World Health Organization, 2022, Constitution of the World Health Organization, WHO, Geneva.

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Hasil Kesehatan Jiwa dan Depresi, Kemenkes RI, Jakarta.

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018, Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta.

[4] Jubi Papua, 2023, Kesehatan Mental di Papua Masuk Kategori Kritis, Jubi.id, diakses 10 Oktober 2023, <https://jubi.id/penkes/2023/kesehatan-mental-di-papua-masuk-kategori-kritis/>.

[5] Subu M.A., Holmes D., Arumugam A., Al-Yateem N., Dias J.M., Rahman S.A., Waluyo I., Ahmed F.R., dan Abraham M.S., 2022, Traditional, Religious, and Cultural Perspectives on Mental Illness: A Qualitative Study on Causal Beliefs and Treatment Use, International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-being, 17, (1), 2123090.

[6] Putro B.D., 2019, Riak Gelombang Resiliensi Keluarga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam Balutan Aspek Budaya Bali, Pustaka: Jurnal Ilmu-Ilmu Budaya, 19, (2), 94-100.

[7] Iswara I.G.P.S., 2025, Relevansi Pengobatan Usada Bali dalam Praktik Kesehatan Masa Kini, Lembaran Antropologi, Universitas Udayana, Denpasar.

[8] Yoduke F., Daulima N.H.C., dan Mustikasari, 2024, Confinement of People with Mental Disorders from the Perspective of Spiritual Leaders of Banggai Culture, Indonesia: An Ethnosemantic Approach, Pacific Rim International Journal of Nursing Research, 28, (2), 333-355.

[9] Safitri A.U., Nauli F.A., dan Jumaini, 2022, Stigma Masyarakat Melayu terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa, Health Care: Jurnal Kesehatan, 11, (1), 78-86.

[10] Rinancy H., 2018, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stigma Masyarakat Minangkabau terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa, Skripsi, Universitas Andalas, Padang.

[11] Roberts G.J., 2017, The History of Mental Health in Papua New Guinea, dalam Minas H. dan Lewis M. (Eds.), Mental Health in Asia and the Pacific: Historical and Cultural Perspectives, Springer, New York, 223-235.

[12] Tay A.K., Rees S., Chen J., Kareth M., Lahe S., Kitau R., David K., Sonoling J., dan Silove D., 2015, Associations of Conflict-Related Trauma and Ongoing Stressors with the Mental Health and Functioning of West Papuan Refugees in Port Moresby, Papua New Guinea (PNG), PLOS ONE, 10, (4), e0125178.

[13] Subu M.A., 2021, Types of Stigma Experienced by Patients with Mental Illness and Mental Health Nurses in Indonesia: A Qualitative Content Analysis, International Journal of Mental Health Systems, 15, (1), 77.

[14] Leininger M. dan McFarland M.R., 2002, Transcultural Nursing: Concepts, Theories, Research and Practice, Edisi ke-3, McGraw-Hill, New York.

[15] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 185, Jakarta.

[16] Universitas Muhammadiyah Malang, 2026, Mengaji Budaya untuk Kesehatan Mental Masyarakat: Perspektif Keperawatan Jiwa dari Dosen UMM, diakses 2026, <https://keperawatan.umm.ac.id/>.

[17] Kleinman A., 1980, Patients and Healers in the Context of Culture: An Exploration of the Borderland between Anthropology, Medicine, and Psychiatry, University of California Press, Berkeley.

[18] Goffman E., 1963, Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity, Prentice-Hall, Englewood Cliffs.

[19] Corrigan P.W. dan Penn D.L., 1999, Lessons from Social Psychology on Discrediting Psychiatric Stigma, American Psychologist, 54, (9), 765-776.

[20] Herdiyanto Y.K., Tobing D.H., dan Vembriati N., 2017, Stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa di Bali, INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8, (2), 121-132.

[21] Mane G., Kuwa M.K.R., dan Sulastien H., 2022, Gambaran Stigma Masyarakat pada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Jurnal Keperawatan Jiwa, 19, (1), 185-192.

[22] Laila N.H., Mahkota R., Shivalli S., Bantas K., dan Krianto T., 2019, Factors Associated with Pasung (Physical Restraint and Confinement) of Schizophrenia Patients in Bogor Regency, West Java Province, Indonesia 2017, BMC Psychiatry, 19, (162), 1-8.

[23] Page M.J., McKenzie J.E., Bossuyt P.M., Boutron I., Hoffmann T.C., Mulrow C.D., Shamseer L., Tetzlaff J.M., dan Moher D., 2021, The PRISMA 2020 Statement: An Updated Guideline for Reporting Systematic Reviews, BMJ, 372, n71.

[24] Katuuk H.M., Daulima N.H.C., dan Wardani I.Y., 2019, Families' Experience Caring for Mentally Ill Patients with Re-Pasung, Enfermeria Clinica, 29, (2), 270-274.

[25] Daulima N.H.C. dan Eka A.R., 2023, Ritual Adat Penyembuhan Penyakit Jiwa Menurut Budaya Manggarai di Nusa Tenggara Timur, Jurnal Keperawatan Jiwa, 5, (1), 1-9.

[26] Rahman A., Marchira C.R., dan Rahmat I., 2016, Peran dan Motivasi Perawat Kesehatan Jiwa dalam Program Bebas Pasung: Studi Kasus di Mataram, BKM Journal of Community Medicine and Public Health, 32, (8), 287-294.

Downloads

Published

2026-07-26

Issue

Section

Articles